Langsung ke konten utama

DIARY PESILAT PAGAR NUSA AMANKAN RESEPSI 1 ABAD NU

Pagar Nusa persiapan resepsi 1 Abad NU
Pimpinan Pusat Pagar Nusa mengerahkan 5000 pasukan pesilat untuk pengamanan Puncak Resepsi 1 Abad NU yang diselenggarakan di GOR Delta Sidoarjo, Jawa Timur. "Kami diperintah kiai untuk mengawal keamanan agenda Resepsi 1 Abad NU ini. Kami kerahkan 5000 pasukan Pagar Nusa untuk mengawal langsung. Lima ribu ini yang terdata dan berseragam resmi, tapi ada pasukan Pagar Nusa yang tidak berseragam yang kita minta untuk mem-backup," Ungkap Gus Nabil Haroen ketua PP Pagar Nusa.

Saat pimpinan menginstruksikan para pesilat Pagar Nusa hadir di resepsi 1 Abad NU di GOR Delta Sidoarjo, para pesilatpun berangkat, ada yang dikoordinir ada juga yang berangkat sendiri tanpa koordinasi, semuanya pakai dana pribadi, tahu-tahu dilokasi ketemu langsung aksi, tupoksinya jelas amankan lokasi jaga kiai.
 
tupoksi Pagar Nusa amankan lokasi jaga kiai
Teman saya di Sidoarjo mas Ismail Sholeh menawarkan diri jika di kantor DPD PKS Sidoarjo ada Aula bisa ditempati menginap dan muat 50 orang. Tawaran tersebut kami sambut baik mengingat lokasi nya yang strategis cuma 500 meter dari GOR Delta Sidoarjo. Aula nya luas, ber AC, ada 2 kamar mandi, perkiran luas untuk mobil dan sepeda motor, tersedia teh kopi cemilan dan disediakan makan 3x sehari gratis untuk teman-teman Pagar Nusa.
 
Sejak senin 6/2/2023 bakda subuh kami berlima saya, kang Aris, kang Farhan, kang Rimba dan gus Mujizat sudah tiba di DPD PKS Sidoarjo, kami ditemui mas Tri Santoso dan dijamu dengan teh kopi manis. 
 
Posko Muasis 1926
Jam 06.00 kami berlima menuju GOR Delta Sidoarjo untuk melakukan pengamatan (makrifatul maydan) dan menuju basecamp induk di posko Muasis 1926 yang berada disisi timut GOR Delta Sidoarjo. Di posko itulah kami berkoordinasi dengan kang Kawuk Pasukan Inti (PASTI) Pagar Nusa Sidoarjo yang juga Kopasda (Komando Pasukan Daerah) Pagar Nusa Jatim. Usai koordinasi saya pun punya akses masuk ke tengah lapangan Stadion Delta Sidoarjo hingga sampai diberlakukannya sterilasi dan apel persiapan gladi bersih untuk acara tengah malam.
 
Bakda dzuhur hingga tengah malam para pesilat Pagar Nusa berdatangan dari berbagai berbagai daerah dan membuat campnya masing-masing sesuai arahan pimpinan maupun koordinatornya. Aula DPD PKS Sidoarjo dipakai basecamp pesilat Pagar Nusa dari Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Banten, Cirebon, Lamongan, Bojonegoro, Rembang, dan Banyuwangi, tak pelak Aula yang cuma muat 50 orang akhirnya overload dan terpaksa para pesilat tidur di teras dan dipinggir pinggir jalan.
 
Para pesilat Pagar Nusa cangkrukan di depan kantor PKS
Selasa pagi 7/2/2023 para pesilat Pagar Nusa menikmati teh kopi panas dan sarapan pagi sambil koordinasi di Aula DPD PKS Sidoarjo. Pukul 06.30 para pesilat Pagar Nusa berpencar sesuai tupoksinya. Jelang Maghrib para pesilat Pagar Nusa kembali ke camp untuk istirahat karena bakda Isya harus kembali ketupoksinya untuk mengikuti serangkaian acara 1 Abad NU.  

GOR Delta Sidoarjo dan sekitarnya jadi lautan manusia, jalan-jalan penuh sesak bahkan untuk berjalanpun susah, kejadian tersebut dari pukul 02.00 hingga pukul 10.00, usai puncak Resepsi 1 Abad NU yang dihadiri pak Presiden Jokowi lambat laun lautan manusia mulai mencair karena sebagian jamaah sudah mencari tempat beristirahat di Masjid-masjid, posko-posko yang disedikan bahkan rumah-rumah penduduk juag dijadikan tempat singgah untuk beristirahat.
 
usai mengikuti acara puncak 1 Abad NU

Masjid Al Huda yang berada di depan basecamp Pagar Nusapun overload, dimana disitu ada Mustasyar PCNU Pamekasan drs KR Mohamad Hafidz M.sA, S.IPI beristirahat, saat beliau bertemu dengan pak Deny Haryanto ketua DPD PKS Sidoarjo yang juga Anggota DPRD Sidoarjo, ditawarilah agar kiai Hafidz bersedia menginap di kamar tidur yang ada di DPD PKS Sidoarjo karena teman-teman Pagar Nusa menginap juga disana, karena ada Pagar Nusa kiai Hafidz pun bersedia menerima tawaran tersebut.
 
Menerima wejangan dari Kiai Hafidz PCNU Pamekasan
Rabu pagi 8/2/2023 usai sarapan pagi, para pesilat yang tersisa tinggal 20 an orang dari Gresik dan Banyuwangi, karena sebagian yang lain sudah kembali usai acara selesai yakni pukul 23.00. Sebelum pulang ke daerah masing-masing, Alhamdulillah dapat wejangan dari kiai Hafidz terutama saya diajak ngobrol berdua, pesan beliau "Pagar Nusa harus jadi pagarnya NU dan Bangsa, Pagar Nusa harus bisa bekerjasama dengan Banser dan GP Ansor, dan yang terpenting dimanapun berada semua adalah saudara, Saya dan Pagar Nusa menginap di kantor PKS, PKS saudara kita dan NU harus ada dimana-mana karena Islam itu bersaudara" 
 
Pukul 08.00 kami berlima pamit dan undur diri untuk kembali ke Gresik dan menyisakan 4 pesilat Pagar Nusa dari Banyuwangi yang akan menuju Jogjakarta karena ada tugas khusus. inilah kami Pagar Nusa budal ndisiki mulih ngareni jogo kiai/Berangkat duluan, pulang belakangan, untuk menjaga Kiai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Relawan PKS Jatim: Dari Ritsleting Ajaib Hingga Mie Pesawat

Ini kali ke-3 saya menjadi relawan kemanusiaan, yang pertama saat gunung merapi meletus ditahun 2010 yang banyak menelan korban jiwa diantaranya mbah Marijan juru kunci gunung merapi. Dan terjun menjadi relawan kedua kalinya saat gunung kelud meletus ditahun 2014. Dan awal tahun 2026 ini merupakan perjalanan terjauh menjadi relawan sekaligus menemani dan mengawal orang nomor satu di DPW PKS Jawa Timur, pak Bagus Prasetia Lelana. Karena membersamai ketua DPW, saya kira   perjalanan ini akan penuh dengan rapat dan diskusi serius tentang kemanusiaan. Ternyata saya salah, sangat salah, selama sepekan menemani pak Bagus, dalam aksi tanggap bencana di Aceh Tamiang, yang terjadi justru kelucuan demi kelucuan, dari sebelum berangkat sampai pulang yang merupakan cobaan iman dan kesabaran saya wkwkwk. Ritsleting Ajaib: Saku yang Ada Tapi Tak Pernah Ada Bermula dari informasi dari relawan yang sudah hadir duluan di Aceh Tamiang, jika disana tidak ada bank karena kondisi lumpuh total dan...

PASANG BARU PDAM GRESIK, GAMPANG DAN CEPAT

Air merupakan kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan bagi manusia, karena merupakan kebutuhan primer. Air untuk minum, mandi, cuci dan seabrek kebutuhan lain yang tak bisa dilepaskan dari air. dok pribadi Kantor Pusat PDAM Giri Tirta Gresik Saya akan berbagi pengalaman tentang cara daftar baru sebagai pelanggan PDAM. Kebetulan saya tinggal di wilayah Gresik maka sayapun datangi PDAM Giri Tirta Gresik yang berada di jalan Permata No. 7 Graha Bunder Asri Gresik Pertama – tama sebelum datang ke kantor PDAM, siapkan dahulu persyaratannya: 1.        Foto Copy KTP 2.        Foto Copy KK 3.        Foto Copy PBB 4.        Foto Copy SHM / AJB 5.        Foto Copy PLN 6.        Foto Copy Tagihan PDAM milik tetangga 7.        Surat Pengantar dari RT setempat ...

SYAIKH HASAN ASY SYADZILY, TOKOH SUFI YANG KAYA RAYA

Quthbul Muhaqqiqin Sulthonil Auliya’is Sayyidinasy Syekh Abul Hasan Ali asy-Syadzily  lahir Ghumarah, Maroko, tahun 593H/1197 M. Beliau wafat di Humaitsara, Mesir, tahun 656 H/1258 M. Beliau merupakan Pendiri Tarekat Syadziliyah yang merupakan salah satu tarekat sufi terkemuka di dunia. Beliau dipercayai oleh para pengikutnya sebagai salah seorang keturunan Nabi Muhammad saw. yang lahir di desa Ghumarah, dekat kota Sabtah, daerah Maghreb (sekarang termasuk wilayah Maroko, Afrika Utara) pada tahun 593 H/1197 M. Berikut ini nasab Abu Hasan Asy-Syadzili : Abul Hasan, bin Abdullah Abdul Jabbar, bin Tamim, bin Hurmuz, bin Hatim, bin Qushay, bin Yusuf, bin Yusya’, bin Ward, bin Baththal, bin Ahmad, bin Muhammad, bin Isa, bin Muhammad, bin Hasan, bin Ali bin Abi Thalib suami Fatimah binti Rasulullah saw.  Syekh Abul Hasan asy-Syadzali meninggal dunia di Iskadariyah...

Ormas Berbasis Suku: Antara Identitas Budaya dan Tantangan Persatuan Bangsa

Dipenghujung akhir 2025, viral di media massa, seorang Dosen yang berseteru dengan salah satu ormas yang berbasis kesukuan di Malang. Selang beberapa bulan, viral kembali seorang nenek di Surabaya yang diusir paksa oleh oknum yang disinyalir dari ormas kesukuan tertentu yang memicu kegeraman masyarakat  luas. Sebagai praktisi hukum, saya berpandangan, tidak ada larangan sekelompok orang membuat wadah berupa organisasi masyarakat (ormas) kesukuan untuk melestarikan budaya, bahasa dan tradisi daerah agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Selain itu, ormas kesukuan juga dapat menjadi sarana solidaritas sosial, terutama bagi masyarakat perantau yang membutuhkan dukungan sosial dan kebersamaan di lingkungan baru. Tantangan terhadap Persatuan Bangsa Meski demikian, ormas berbasis suku juga menyimpan potensi tantangan. Ketika identitas kesukuan ditonjolkan secara berlebihan, muncul risiko eksklusivitas yang memisahkan “kelompok sendiri” dari masyarakat luas. Kondisi ini dapat memicu...

ANTASENA DI TEMARAM DUPI ONE

Aksi Santri Dupi One Temaram XI Sabtu 13 Juli 2024, atas undangan Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri 1 (DUPI One) saya menghadiri Milad sekaligus Temaram (Tebar Semangat Muharram) ke-11 ini bersama istri dan anak. Sesuai himbauan pihak pondok agar para tamu undangan tidak membawa kendaraan roda 4, sebagai wujud mematuhi aturan pondok saya pun menggunakan transportasi online Gocar untuk menuju pondok, alhamdulillah lancar dan tidak terjadi kemacetan akibat crowded akses jalan yang sempit seperti saat awal kedatangan maupun perpulangan santri Setibanya di lokasi, banyak stand bazar yang disajikan, dari kulineran hingga pakaian yang rupanya stand – stand tersebut merupakan sponsorship dari rangkaian Temaram. Kata putri saya “Ayah, Temaramnya habisin biaya banyak banget (sambil nyebutin angka dalam rupiah)”, saya tersenyum dan justru bangga Pasca melewati stand bazar, saya langsung menuju Hall Masjid Aisyah binti Abu Bakar dan disambut dengan senyum ramah para santri penerima t...