Langsung ke konten utama

MUI BUBAR, EKONOMI BUYAR


Lagi ramai tagar bubarkan MUI, awalnya saya biasa saja tak ikut-ikutan meramaikan tagar tersebut baik yang pro maupun yang kontra, karena lagi asyik instropeksi kekurangan diri dan sedikit demi sedikit menjauhi informasi medsos yang penuh gosip makin digosok makin sip 😀😃😄, tapi makin hari koq beritanya makin ramai saja, ya terpaksalah ikut urun rembuk terkait isu-isu perang tagar di medsos tersebut. 

Meskipun ada kalangan yang beralibi sengaja isu teroris dihembuskan dan ramai tagar bubarkan MUI untuk mengalihkan isu bisnis PCR yang disinyalir dilakukan oleh pejabat sekelas menteri, terlepas benar tidaknya isu tersebut biarlah waktu yang akan menjawabnya. 

Sebagai lawyer yang juga praktisi ekonomi syariah, saya merasa terpanggil dan ikut nimbrung terkait ramainya tagar bubarkan MUI agar pembuat dan pendukung tagar tersebut sadar akan dampak yang akan ditimbulkan jika benar-benar MUI dibubarkan. 

Kalo kita baca sejarahnya, MUI adalah wadah musyawarah para ulama zu'ama dan cendekiawan muslim di Indonesia untuk membimbing membina dan mengayomi kaum muslimin diseluruh Indonesia. Kalo bahasa saya MUI itu ibarat orang tuanya kaum muslimin di Indonesia. Kita saja jika orangtua kita dihina/akan diusir otomatis reaksi anak akan berontak dan melawan untuk melindungi orangtua kita. Begitu juga MUI, MUI sebagai wadahnya ormas-ormas Islam di Indonesia jika wadahnya digoyang ya otomatis lah seluruh Ormas yang menjadi anggotanya tak rela MUI digoyang. 

Keberadaan MUI itu de jure dan de facto, MUI itu didirikan oleh beragam Ormas Islam, TNI dan Polri dan didukung pemerintah waktu itu era Presiden Soeharto, bahkan pada Rakernas MUI pada 20 Desember 1989 presiden Soeharto mengatakan "Pemerintah berkepentingan dengan adanya suatu Majelis Ulama Indonesia yang akan berperan sebagai penghubung dengan umat Islam Indonesia yang demikian banyak jumlahnya itu, baik yang telah bergabung pada salah satu organisasi yang ada maupun yang belum" 

Baca juga Perpres nomor 151 tahun 2014 tentang Bantuan Pendanaan Kegiatan Majelis Ulama Indonesia menyebutkan "Majelis Ulama Indonesia adalah wadah musyawarah para ulama pemimpin dan cendekiawan muslim dalam mengayomi umat dan mengembangkan kehidupan yang Islami serta meningkatkan pastisipasi umat Islam dalam pembangunan nasional". Berarti keberadaan MUI diakui legal saham sebagai Mitra strategis negara. 

Baca lagi di pasal 26 ayat 2 UU Perbankan Syariah yang menyatakan "prinsip Syariah sebagaimana dimaksud pada ayat 1 difatwakan oleh Majelis Ulama Indonesia", jadi keberadaan MUI apalagi fatwa MUI mempunyai kedudukan hukum yang sangat kuat bagi hajat hidup masyarakat Indonesia disegala bidang terutama ekonomi dengan penduduk Indonesia yang mayoritas Islam, jadi jangan asal "jeplak" bubarkan MUI tanpa mempertimbangkan dampaknya yang bisa membuat ekonomi Indonesia buyar. 

Fatwa DSN MUI bukan cuma di UU Perbankan saja, tapi ada 24 fatwa DSN MUI yang lain yang khusus bahas tentang pasar modal Syariah, ada 700 emiten di pasar modal, dan 400 lebih adalah emiten Syariah, jika MUI dibubarkan tidak berlaku itu fatwa DSN MUI apa yang terjadi? Bedol deso itu para investor, ekonomi bisa crash. 

Masak gak ingat dan masih segar dalam ingatan begitu gencarnya pemerintah menggerakkan perekonomian Islam dengan ditandai margernya bank-bank syariah milik BUMN menjadi BSI dengan target menjadikan bank syariah 10 terbesar di dunia, apalagi BEI barusan juga mendapat penghargaan PMS terbaik internasional dari Global Islamic Finance Award (GIFA), bahkan BEI juga menjadi the best Supporting institution for Islamic Finance of the year 3 tahun berturut-turut. 

Berpikirkah jernih sebelum bikin tagar bubarkan MUI, ingat sumbangsih MUI itu besar bagi negara dan bangsa ini daripada pembuat dan pendukung tagar bubarkan MUI. Saya bertanya pada pembuat dan pendukung tagar bubarkan MUI, apa sumbangsih anda pada negara selama ini? 

By: Arip Imawan - Lawyer MLA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Relawan PKS Jatim: Dari Ritsleting Ajaib Hingga Mie Pesawat

Ini kali ke-3 saya menjadi relawan kemanusiaan, yang pertama saat gunung merapi meletus ditahun 2010 yang banyak menelan korban jiwa diantaranya mbah Marijan juru kunci gunung merapi. Dan terjun menjadi relawan kedua kalinya saat gunung kelud meletus ditahun 2014. Dan awal tahun 2026 ini merupakan perjalanan terjauh menjadi relawan sekaligus menemani dan mengawal orang nomor satu di DPW PKS Jawa Timur, pak Bagus Prasetia Lelana. Karena membersamai ketua DPW, saya kira   perjalanan ini akan penuh dengan rapat dan diskusi serius tentang kemanusiaan. Ternyata saya salah, sangat salah, selama sepekan menemani pak Bagus, dalam aksi tanggap bencana di Aceh Tamiang, yang terjadi justru kelucuan demi kelucuan, dari sebelum berangkat sampai pulang yang merupakan cobaan iman dan kesabaran saya wkwkwk. Ritsleting Ajaib: Saku yang Ada Tapi Tak Pernah Ada Bermula dari informasi dari relawan yang sudah hadir duluan di Aceh Tamiang, jika disana tidak ada bank karena kondisi lumpuh total dan...

PASANG BARU PDAM GRESIK, GAMPANG DAN CEPAT

Air merupakan kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan bagi manusia, karena merupakan kebutuhan primer. Air untuk minum, mandi, cuci dan seabrek kebutuhan lain yang tak bisa dilepaskan dari air. dok pribadi Kantor Pusat PDAM Giri Tirta Gresik Saya akan berbagi pengalaman tentang cara daftar baru sebagai pelanggan PDAM. Kebetulan saya tinggal di wilayah Gresik maka sayapun datangi PDAM Giri Tirta Gresik yang berada di jalan Permata No. 7 Graha Bunder Asri Gresik Pertama – tama sebelum datang ke kantor PDAM, siapkan dahulu persyaratannya: 1.        Foto Copy KTP 2.        Foto Copy KK 3.        Foto Copy PBB 4.        Foto Copy SHM / AJB 5.        Foto Copy PLN 6.        Foto Copy Tagihan PDAM milik tetangga 7.        Surat Pengantar dari RT setempat ...

SYAIKH HASAN ASY SYADZILY, TOKOH SUFI YANG KAYA RAYA

Quthbul Muhaqqiqin Sulthonil Auliya’is Sayyidinasy Syekh Abul Hasan Ali asy-Syadzily  lahir Ghumarah, Maroko, tahun 593H/1197 M. Beliau wafat di Humaitsara, Mesir, tahun 656 H/1258 M. Beliau merupakan Pendiri Tarekat Syadziliyah yang merupakan salah satu tarekat sufi terkemuka di dunia. Beliau dipercayai oleh para pengikutnya sebagai salah seorang keturunan Nabi Muhammad saw. yang lahir di desa Ghumarah, dekat kota Sabtah, daerah Maghreb (sekarang termasuk wilayah Maroko, Afrika Utara) pada tahun 593 H/1197 M. Berikut ini nasab Abu Hasan Asy-Syadzili : Abul Hasan, bin Abdullah Abdul Jabbar, bin Tamim, bin Hurmuz, bin Hatim, bin Qushay, bin Yusuf, bin Yusya’, bin Ward, bin Baththal, bin Ahmad, bin Muhammad, bin Isa, bin Muhammad, bin Hasan, bin Ali bin Abi Thalib suami Fatimah binti Rasulullah saw.  Syekh Abul Hasan asy-Syadzali meninggal dunia di Iskadariyah...

Ormas Berbasis Suku: Antara Identitas Budaya dan Tantangan Persatuan Bangsa

Dipenghujung akhir 2025, viral di media massa, seorang Dosen yang berseteru dengan salah satu ormas yang berbasis kesukuan di Malang. Selang beberapa bulan, viral kembali seorang nenek di Surabaya yang diusir paksa oleh oknum yang disinyalir dari ormas kesukuan tertentu yang memicu kegeraman masyarakat  luas. Sebagai praktisi hukum, saya berpandangan, tidak ada larangan sekelompok orang membuat wadah berupa organisasi masyarakat (ormas) kesukuan untuk melestarikan budaya, bahasa dan tradisi daerah agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Selain itu, ormas kesukuan juga dapat menjadi sarana solidaritas sosial, terutama bagi masyarakat perantau yang membutuhkan dukungan sosial dan kebersamaan di lingkungan baru. Tantangan terhadap Persatuan Bangsa Meski demikian, ormas berbasis suku juga menyimpan potensi tantangan. Ketika identitas kesukuan ditonjolkan secara berlebihan, muncul risiko eksklusivitas yang memisahkan “kelompok sendiri” dari masyarakat luas. Kondisi ini dapat memicu...

ANTASENA DI TEMARAM DUPI ONE

Aksi Santri Dupi One Temaram XI Sabtu 13 Juli 2024, atas undangan Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri 1 (DUPI One) saya menghadiri Milad sekaligus Temaram (Tebar Semangat Muharram) ke-11 ini bersama istri dan anak. Sesuai himbauan pihak pondok agar para tamu undangan tidak membawa kendaraan roda 4, sebagai wujud mematuhi aturan pondok saya pun menggunakan transportasi online Gocar untuk menuju pondok, alhamdulillah lancar dan tidak terjadi kemacetan akibat crowded akses jalan yang sempit seperti saat awal kedatangan maupun perpulangan santri Setibanya di lokasi, banyak stand bazar yang disajikan, dari kulineran hingga pakaian yang rupanya stand – stand tersebut merupakan sponsorship dari rangkaian Temaram. Kata putri saya “Ayah, Temaramnya habisin biaya banyak banget (sambil nyebutin angka dalam rupiah)”, saya tersenyum dan justru bangga Pasca melewati stand bazar, saya langsung menuju Hall Masjid Aisyah binti Abu Bakar dan disambut dengan senyum ramah para santri penerima t...