Langsung ke konten utama

MENABUNG EMAS SEJAK DINI UNTUK UMROH/HAJI

dok.pribadi fatiyya dengan tabungan

Sewaktu ke BRI Syariah saya tertarik dengan program tabungan haji anak dari BRI Syariah, iklannya bagus dan masuk akal mengingat antrian haji hingga puluhan tahun jadi wajar jika sejak dini anak sudah diajari nabung dan daftar haji sejak usia anak-anak agar kelak ketika tiba panggilan haji usianya masih muda. 

Pandemi Covid-19 juga berdampak pada biro travel umroh, tak pelak banyak travel umroh vakum dan putar otak agar bisnisnya tetap jalan. Salah satunya yang masih eksis dengan programnya adalah travel umroh rihaal, ditengah pandemi rihaal umroh meluncurkan program Wadiah gold sebuah program tabungan umroh/haji berupa tabungan emas. 

Program BRI Syariah dan program Rihaal sama-sama program untuk membantu kemudahan masyarakat yang ingin beribadah umroh/haji melalui program tabungan. Kalo BRI Syariah berupa tabungan rupiah tapi kalo Rihaal berupa tabungan emas. Dari kedua program tersebut sama baiknya, namun saya tertarik dengan program Wadiah gold nya Rihaal. Mungkin program Wadiah gold nya Rihaal ini bisa dijadikan penelian bagi mahasiswa yang lagi bingung bikin skripsi maupun tesis😄

Program Wadiah gold Rihaal ini saya cuma mereka-reka saja kenapa mereka membuat program tabungan umroh/haji berupa tabungan emas, koq tidak berupa tabungan rupiah? Saya pun membedakan dari segi nilai antara rupiah vs emas, dan terbukti emas lebih tahan dibanding rupiah karena nilai emas tetap sedangkan rupiah bisa berubah. Oo.. mungkin itu yang jadi alasan Rihaal dengan program Wadiah gold nya. 

Saya pun cari referensi buku dan artikel serta Googling nilai rupiah untuk ibadah umroh/haji sejak tahun 80 an hingga 2020, kenapa 80 an karena di tahun itu saya masih anak-anak agar bisa bandingkan nilai rupiah vs emas

Tahun 1980 ONH Rp.1.577.000, sedangkan harga emas 12.242/gram, maka dibutuhkan 128 gram emas untuk bisa bayar ONH

Tahun 1990 ONH Rp.5.240.000, sedangkan harga emas 20.000/gram, maka dibutuhkan 262 gram emas untuk bisa bayar ONH

Tahun 2000 ONH 18.777.570, sedangkan harga emas 71.875/gram, maka dibutuhkan 261 gram emas untuk bisa bayar ONH

Tahun 2019 ONH 35.235.580, sedangkan harga emas 752.000/gram, maka dibutuhkan 46 gram emas untuk bisa bayar ONH

Tahun 2021 diperkirakan ONH 40 jutaan, dan saat ini harga emas 973.000/gram, maka dibutuhkan 41 gram emas untuk bisa bayar ONH

Jika merujuk pada trennya harga emas akan terus naik dan naik, maka beruntunglah bagi mereka yang memiliki tabungan emas yang peruntukannya untuk biaya umroh/ONH. 

Saya sendiri sudah membuktikan, punya emas pembelian tahun 2005-2010 waktu itu harganya masih 150 - 200 ribuan, berdasar surat emas insya Allah cukuplah untuk daftar haji yang waktu itu tahun 2013 daftar haji 25 juta/orang, setelah dijual justru emas-emas tersebut masih sisa dan tdk terjual semua, kesimpulannya justru nabung emas lebih untung daripada nabung rupiah. 

dok.pribadi Fatiyya dengan EOA Gold, 

Nah, sekarang sudah ada emas-emas dalam bentuk kecil-kecil mulai dari 0,1 gram - 10 gram, yang sekarang lagi booming dan jadi gaya hidup milenial dalam menabung emas, ada Antam, UBS, EOA Gold, Mini Gold, Emas Mini, silahkan pilih sendiri sesuai kemantapan hati. 

Emas termasuk logam mulia yang berharga, menyimpannya pun harus baik dan aman, simpan saja di Pegadaian atau save deposit box di bank, apalagi kalo memakai pemindai sidik jari, insya Allah aman

Menabung lah sejak usia dini agar kelak ketika senja tidak merugi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Relawan PKS Jatim: Dari Ritsleting Ajaib Hingga Mie Pesawat

Ini kali ke-3 saya menjadi relawan kemanusiaan, yang pertama saat gunung merapi meletus ditahun 2010 yang banyak menelan korban jiwa diantaranya mbah Marijan juru kunci gunung merapi. Dan terjun menjadi relawan kedua kalinya saat gunung kelud meletus ditahun 2014. Dan awal tahun 2026 ini merupakan perjalanan terjauh menjadi relawan sekaligus menemani dan mengawal orang nomor satu di DPW PKS Jawa Timur, pak Bagus Prasetia Lelana. Karena membersamai ketua DPW, saya kira   perjalanan ini akan penuh dengan rapat dan diskusi serius tentang kemanusiaan. Ternyata saya salah, sangat salah, selama sepekan menemani pak Bagus, dalam aksi tanggap bencana di Aceh Tamiang, yang terjadi justru kelucuan demi kelucuan, dari sebelum berangkat sampai pulang yang merupakan cobaan iman dan kesabaran saya wkwkwk. Ritsleting Ajaib: Saku yang Ada Tapi Tak Pernah Ada Bermula dari informasi dari relawan yang sudah hadir duluan di Aceh Tamiang, jika disana tidak ada bank karena kondisi lumpuh total dan...

PASANG BARU PDAM GRESIK, GAMPANG DAN CEPAT

Air merupakan kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan bagi manusia, karena merupakan kebutuhan primer. Air untuk minum, mandi, cuci dan seabrek kebutuhan lain yang tak bisa dilepaskan dari air. dok pribadi Kantor Pusat PDAM Giri Tirta Gresik Saya akan berbagi pengalaman tentang cara daftar baru sebagai pelanggan PDAM. Kebetulan saya tinggal di wilayah Gresik maka sayapun datangi PDAM Giri Tirta Gresik yang berada di jalan Permata No. 7 Graha Bunder Asri Gresik Pertama – tama sebelum datang ke kantor PDAM, siapkan dahulu persyaratannya: 1.        Foto Copy KTP 2.        Foto Copy KK 3.        Foto Copy PBB 4.        Foto Copy SHM / AJB 5.        Foto Copy PLN 6.        Foto Copy Tagihan PDAM milik tetangga 7.        Surat Pengantar dari RT setempat ...

SYAIKH HASAN ASY SYADZILY, TOKOH SUFI YANG KAYA RAYA

Quthbul Muhaqqiqin Sulthonil Auliya’is Sayyidinasy Syekh Abul Hasan Ali asy-Syadzily  lahir Ghumarah, Maroko, tahun 593H/1197 M. Beliau wafat di Humaitsara, Mesir, tahun 656 H/1258 M. Beliau merupakan Pendiri Tarekat Syadziliyah yang merupakan salah satu tarekat sufi terkemuka di dunia. Beliau dipercayai oleh para pengikutnya sebagai salah seorang keturunan Nabi Muhammad saw. yang lahir di desa Ghumarah, dekat kota Sabtah, daerah Maghreb (sekarang termasuk wilayah Maroko, Afrika Utara) pada tahun 593 H/1197 M. Berikut ini nasab Abu Hasan Asy-Syadzili : Abul Hasan, bin Abdullah Abdul Jabbar, bin Tamim, bin Hurmuz, bin Hatim, bin Qushay, bin Yusuf, bin Yusya’, bin Ward, bin Baththal, bin Ahmad, bin Muhammad, bin Isa, bin Muhammad, bin Hasan, bin Ali bin Abi Thalib suami Fatimah binti Rasulullah saw.  Syekh Abul Hasan asy-Syadzali meninggal dunia di Iskadariyah...

Ormas Berbasis Suku: Antara Identitas Budaya dan Tantangan Persatuan Bangsa

Dipenghujung akhir 2025, viral di media massa, seorang Dosen yang berseteru dengan salah satu ormas yang berbasis kesukuan di Malang. Selang beberapa bulan, viral kembali seorang nenek di Surabaya yang diusir paksa oleh oknum yang disinyalir dari ormas kesukuan tertentu yang memicu kegeraman masyarakat  luas. Sebagai praktisi hukum, saya berpandangan, tidak ada larangan sekelompok orang membuat wadah berupa organisasi masyarakat (ormas) kesukuan untuk melestarikan budaya, bahasa dan tradisi daerah agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Selain itu, ormas kesukuan juga dapat menjadi sarana solidaritas sosial, terutama bagi masyarakat perantau yang membutuhkan dukungan sosial dan kebersamaan di lingkungan baru. Tantangan terhadap Persatuan Bangsa Meski demikian, ormas berbasis suku juga menyimpan potensi tantangan. Ketika identitas kesukuan ditonjolkan secara berlebihan, muncul risiko eksklusivitas yang memisahkan “kelompok sendiri” dari masyarakat luas. Kondisi ini dapat memicu...

ANTASENA DI TEMARAM DUPI ONE

Aksi Santri Dupi One Temaram XI Sabtu 13 Juli 2024, atas undangan Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri 1 (DUPI One) saya menghadiri Milad sekaligus Temaram (Tebar Semangat Muharram) ke-11 ini bersama istri dan anak. Sesuai himbauan pihak pondok agar para tamu undangan tidak membawa kendaraan roda 4, sebagai wujud mematuhi aturan pondok saya pun menggunakan transportasi online Gocar untuk menuju pondok, alhamdulillah lancar dan tidak terjadi kemacetan akibat crowded akses jalan yang sempit seperti saat awal kedatangan maupun perpulangan santri Setibanya di lokasi, banyak stand bazar yang disajikan, dari kulineran hingga pakaian yang rupanya stand – stand tersebut merupakan sponsorship dari rangkaian Temaram. Kata putri saya “Ayah, Temaramnya habisin biaya banyak banget (sambil nyebutin angka dalam rupiah)”, saya tersenyum dan justru bangga Pasca melewati stand bazar, saya langsung menuju Hall Masjid Aisyah binti Abu Bakar dan disambut dengan senyum ramah para santri penerima t...